Angka Mach (Ma atau M) (dieja pengucapan /ˈmɑːk/, kadang /ˈmɑːx/ atau /ˈmæk/) adalah satuan kecepatan yang umum untuk mengekspresikan kecepatan suatu pesawat terbang relatif terhadap kecepatan suara. Satuan biasanya ditempatkan sebelum angka pengukurannya seperti Mach 1.0 untuk kecepatan suara, Mach 2.0 untuk dua kali kecepatan suara. Angka sebenarnya kecepatan suara tergantung kepada tingkat tekanan dan suhu atmosfir. Pada suhu udara 0°C dan tekanan udara 1 atmosphere (atm), kecepatan suara adalah 1.088 ft/s atau 331.6 m/s atau 748 mi/h.
Kecepatan suara dapat dirumuskan dengan persamaan a = 20.047sqrt(T), di mana T adalah temperatur udara (K), dan a adalah kecepatan suara (m/s). Persamaan tersebut berlaku untuk gas sempurna. Harga kecepatan suara untuk atmosfer standar berdasarkan U.S. Standard Atmosphere, 1962 dapat dilihat pada tabel berikut :
Ketinggian (km)
Kecepatan suara (m/s)
0
340.294
1
336.435
2
332.532
3
328.583
4
324.589
5
320.543
6
316.452
7
312.306
8
308.105
9
303.848
10
299.532
11
295.154
12
295.069
13
295.069
14
295.069
15
295.069
16
295.069
17
295.069
18
295.069
19
295.069
20
295.069
Mach bukan suatu singkatan atau akronim, tetapi nama seorang ahli fisika asal Austria yaitu Ernst Mach (1838-1916), yang pada tahun 1897 menerbitkan karya ilmiah yang penting tentang prinsip-prinsip dasar supersonik. Mach mengusulkan sebuah bilangan untuk menyatakan perbandingan kecepatan suatu benda terhadap kecepatan suara. Hebatnya lagi ialah orang pertama yang mengerti prinsip-prinsip aerodinamika supersonik.
Ketika sebuah benda (dimisalkan sebuah pesawat) menembus udara, molekul udara di dekat pesawat terganggu. Jika pesawat melintas pada kecepatan rendah (umumnya kurang dari 250 mph), kecepatan udara akan tetap . Namun pada kecepatan yang lebih tinggi, sebagian energi pesawat menekan udara dan mengubah kerapatan udara setempat. Efek kompresibilitas ini meningkatkan jumlah gaya resultan pesawat. Efek ini kian penting sejalan dengan pertambahan kecepatan.
Saat mendekati atau melampaui kecepatan suara (sekitar 330 m/s atau 760 mph) gangguan kecil pada aliran udara tersalurkan ke wilayah lain dalam kondisi konstan. Gangguan besar akan memengaruhi daya angkat dan hambatan pesawat.
Bisa dikatakan rasio kecepatan suatu benda dengan kecepatan suara di udara (gas) menentukan efek kompresibilitas. Karena itu rasio kecepatan tersebut menjadi penting dan dijadikan parameter. Belakangan para ahli aerodinamika menyebut parameter ini sebagai bilangan Mach (mach number). Mach number (M) memungkinkan untuk mendefinisikan "perilaku" pesawat terhadap efek kompresibilitas.
Mach number biasa digunakan dalam menentukan kecepatan pesawat bahkan peluru atau peluru kendali (roket). Dengan menggunakan Mach number, kecepatan dibagi menjadi empat wilayah yakni:
Menariknya, pemakaian bilangan Mach bukan diperkenalkan oleh Mach sendiri. Istilah itu diperkenalkan oleh insinyur Swiss Jacob Ackeret pada taun 1929. Mach sendiri tidak menamai bilangan tersebut sebagai Mach Numberwaktu itu.
Kata Mach kemudian terbiasa dipakai orang dan sekaligus sebagai penghormatan kepada Ernest mach atas jasa-jasanya mengembangkan prinsip-prinsip dasar supersonik. Belakangan muncul juga Mach Angle (Sudut Mach) dan Mach Reflection dalam aerodinamika supersonik.
Dalam dunia penerbangan, umumnya pesawat yang memiliki kemampuan supersonik adalah pesawat tempur seperti halnya F-16, MiG-29, MiG 25 atau Rafale. Sedangkan pesawat sipil umumnya berkecepatan Subsonic kecuali Concorde dan Tu-144 Concordski (concorde versi Rusia).
Dalam sejarah tercatat pesawat Bell X-1A adalah pesawat pertama yang menembus kecepatan supersonik yakni 1,650 mph (Mach 2.44) pada tanggal 12 Desember 1953 yang diterbangkan oleh pilot Chuck Yeager
Bagaimana jika kita ubah menjadi "what if i become a physisc teacher?"
yap sesuai judul bagaimana jika saya jadi guru fisika?
hahaha secara keinginan memang saya tidak ada keinginan untuk kesana, tapi bila saya jadi guru fisika emmmm........he saya bingung -_____-'
mungkin saya bisa menjelaskan pelajaran secara teorinya dan itupun tidak terlalu bisa....nah untuk rumus dan segala macam hahaha saya yakin saya akan pusing sendiri....bila saya pusing pastinya murid juga akan pusing....Dan mungkin bila ada murid yang lebih pintar dari saya, saya akan minta ajari dia dan bertukar posisi wkwkwkwkwk itulah yang bisa saya gambarkan....
Dan saya ingin duduk bersender di sebuah pohon besar yang rindang.....
Dengan angin yang sepoi-sepoi di siang hari.....
Saya bisa merasakan kenyamanan alam sambil menutup mata dan tersenyum....
Dan ketika saya membuka mata, saya menghirup udara yang banyak....
Kemudian saya menghembuskannya......
Lalu membuka mata, menatap langit biru, lalu tersenyum dan berkata.....
"TERIMA KASIH TUHAN BUAT HIKMAT DAN NIKMAT YANG KAU BERI KEPADA KU...."
Jadi apapun saya nanti, saya tidak peduli asal bisa merasakan kepuasan seperti itu.....Percuma anda punya masa depan yang cerah bila hidup anda tak cerah.....Dan lebih percuma lagi bila anda punya masa depan yang suram namun tak anda cerahkan maka itu membuat hidup anda semakin suram
Ini memang penyakit yang tidak akan pernah sembuh. Saya pribadi malas karena ada motif. misalnya saya sedang lelah, bosan, jenuh, tidak suka mengerjakan sesuatu tersebut, dan lain-lain. Tapi di dalam diri saya, saya berkonsep. Konsepnya adalah, biarpun saya malas tapi saya tetap harus bisa melakukan hal tersebut. Jadi misalkan anda malas mengerjakan sesuatu jadi ya kegiatan tersebut bila anda malas diganti saja dari melakukan ke melihat. Intinya anda harus tetap bisa dan mengerti. Jadi, bila anda disuruh dan diwajibkan melakukan kegiatan itu nanti, anda sudah mengerti "teorinya" nah tinggal "prakteknya" saja yang anda lakukan. Seperti itulah yang saya terapkan di dalam hidup saya. Saya memang pemalas kadang-kadang hahahahaha dan saya yakin setiap manusia di muka bumi ini pasti memiliki dan pernah merasakan titik kemalasannya sendiri......